News

Halo para Teman Sejawat, memasuki awal tahun maka kita sudah bersiap-siap untuk lapor SPT Tahunan Dokter/Dokter Gigi, dimana paling lambat untuk lapor adalah tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Setelah sebelumnya GigiGeligi.Com menjabarkan cara mengisi SPT secara manual, kali ini tim redaksi kami mengulas mengenai pelaporan dengan cara membuat e-spt atau pelaporan secara digital.

Pertama kali yang harus dilakukan jika Teman Sejawat ingin melaporkan SPT Tahunan melalui e-SPT adalah memiliki e-FIN. E-FIN dapat diperoleh di kantor Pajak manapun. Setelah itu, login di https://djponline.pajak.go.id/account/login menggunakan e-fin yang didapatkan dan ikuti petunjuknya.

Mari kita mulai ulasan untuk membuat e-spt dan pelaporannya!
Setelah masuk ke DJP Online, bila belum ada pilihan e-Form, maka aktifkan e-Form dengan cara klik “Profil Lengkap” lalu, ubah profil jika ada data yang ingin dirubah dan klik “ubah profil”. Ubah password jika ingin ubah password, dan terakhir, dicentang untuk mengaktifkan e-form lalu klik “ubah akses” (seperti gambar 1 di bawah ini). Setelah itu, kembali ke menu Utama dan klik e-form (seperti gambar 2) 

Gambar 1                                                                                                                   Gambar 2:

     

 

Di menu e-form ini, klik “Buat SPT”. Setelah itu, akan muncul pertanyaan seperti di gambar bawah ini, klik “Ya” dan klik e-form SPT 1770.

       

 

Lalu, isi tahun Pajak “2017” , dengan status SPT “normal” jika baru ingin membuat, atau klik pembetulan ke- jika ingin membuat SPT Pembetulan. Dan Klik “Kirim Permintaan” dan save file yang diterima (JANGAN DIUBAH NAMA FILE NYA). Dan teman sejawat akan menerima email kode verifikasi (harap disimpan baik-baik)

File yang akan terunduh adalah file dalam format .xfdl. Agar file ini dapat dibuka, unduh program dari DJP online tersebut dengan klik pada poin 1 "Download Viewer" lalu ikuti petunjuk instalasi (di poin 2)

   

 

Kemudian, buka program tersebut (IBM Forms Viewer). Buka File Database Form dan pilih file e-form yang di save tadi :

Berikut tahapan setiap pengisian form :

Setelah dibuka filenya, akan muncul pertama kali form 1770-IV, klik “Pencatatan” pada pojok kanan atas. dan isi semua form sesuai data masing-masing. Setelah selesai, klik "halaman berikutnya"

 

 

 

 Pada Form 1770-III, langsung klik "Halaman Berikutnya"

Pada Form 1770-II dapat diisi bila praktek di Rumah Sakit atau klinik yang telah memberikan bukti potong, maka mengisi bagian ini secara lengkap. Bila tidak ada, dapat langsung klik "Halaman Berikutnya"

 

Pada Form 1770-I ini yang sering digunakan oleh para dokter gigi. Beberapa poin yang perlu diisi adalah :

  • Bila memiliki praktek pribadi dan memiliki pembukuan, maka dapat isi bagian B no. 4 "PEKERJAAN BEBAS" dengan mengisi penghasilan bruto, dimana norma yang berlaku adalah 50% dan tuliskan penghasilan netto-nya.
  • Bila memiliki usaha lain selain kedokteran gigi dan belum dikenakan PPh final, maka dapat mengisi bagian D no. 6 di "PENGHASILAN LAINNYA"

Setelah selesai mengisi form tersebut, dapat klik "Halaman Berikutnya"

 

Tampilan berikutnya adalah form 1770. Pada form ini, klik status kewajiban perpajakan suami-isteri, apakah KK (kepala keluarga), HB (hidup berpisah), PH (pisah harta), atau MT (Manajemen Terpisah). Setelah itu, klik Penghasilan Tidak Kena Pajak, disesuaikan dengan kondisi teman sejawat apakah TK (tidak kawin), K (kawin, dengan tanggungan berapa), K/I/ (Kawin, istri bekerja, dengan tanggunan berapa anak).

NB :

  • Perlu diperhatikan, isi tanggal pembayaran (bila ada PPh kurang bayar) <lihat disini untuk membayar PPh kurang bayar melalui SSE dan pembayaran secara online>
  • Centang Bagian G (Lampiran) : huruf b. (bila ada PPh kurang bayar), huruf e & f bila ada bukti potong yang akan dilampirkan

Setelah itu, isi tanggal menyerahkan SPT dan Klik "Submit"

 

Halaman berikutnya adalah untuk submit SPT :

  • Unggah lampiran dalam bentuk PDF (disesuaikan dengan yang telah diisi di form 1770 tadi)
  • isi Tanggal SSP, nilai SSP, NTPN (bila sudah bayar) dan jumlah setornya. 
  • Lalu masukka kode verifikasi (yang didapat di email pada saat pertama kali membuat e-form)
  • Klik Submit
  • Opsional : print dokumen sebagai arsip : pilih ya untuk print.

Setelah submit, akan keluar dialog sebagai berikut :

Untuk mengecek apakah sudah benar tersubmit dengan baik, dapat di cek kembali di akun DJP online : klik e-billing, terdapat tabel yang membuktikan bahwa e-SPT telah disubmit

atau dapat dicek di e-mail, akan mendapatkan bukti setor elektronik sebagai berikut :

Dengan demikian, pelaporan SPT melalui e-form telah selesai.

 

Untuk membuat SSE (surat setoran pajak elektronik) dan membayarnya secara online (melalui internet banking BCA), klik disini

Monday, 24 July 2017 06:07

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017

Written by

JAMBAKSOS FKG UI 2017 “Satu Gerakan Seribu Senyuman”

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017
Bergerak Bersama dengan Mewujudkan Senyum Cemerlang Masyarakat Indonesia

Jambore Bakti Sosial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI 2017 yang merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI tahun ini akan digelar di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan sarana untuk mendukung gerakan Indonesia bebas karies gigi pada tahun 2030 yang dijadikan sebagai wujud terlaksananya pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

Prevalensi karies aktif yang belum ditangani di Indonesia adalah sekitar 53,2% dan kurang lebih sebanyak 90 ribu jiwa menderita karies aktif menurut Data Kemenkes tahun 2013. Jawa Barat menduduki peringkat ke-6 prevalensi karies yaitu sebesar 79,7%, sedangkan indeks DMF-T atau indeks tingkat kejadian karies di Subang adalah 3,58 yang masuk kategori sedang menurut WHO. Selain itu mengenai kekooperatifan warga Subang mengenai kesehatan gigi dan mulut, terdapat 94,8% masyarakat yang belum menyikat gigi dengan benar dan hanya 0,58% pasien yang berobat ke puskemas di Kecamatan Tanjungsiang dan menjadi peringkat ke-4 terendah dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Desa Sirap hanya memiliki satu orang dokter gigi dengan 6 posyandu dan satu pos KB saja, memiliki 1140 kepala desa dengan penduduk 3016 jiwa serta mata pencahariaan dominan adalah petani dan buruh. Selain itu berdasarkan data penduduk, Desa Sirap tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut karena belum pernah mendapat edukasi mengenai hal tersebut.

Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), dan mahasiswa praklinik (masa belajar semester 1-7).
JAMBAKSOS FKG UI 2017 ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

  • Pengobatan gigi dan mulut pada 100 anak dan 100 orang dewasa
  • Penyuluhan gigi dan mulut pada 250 orang anak sekolah dasar
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada 85 orang ibu-ibu PKK
  • Sirkumsisi pada 10 anak
  • Bazaar dengan target 200 orang
  • Malam keakraban bagi seluruh peserta, panitia, undangan, dan warga setempat

Tujuan acara ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai sarana interaksi antara civitas akademika FKG UI dengan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, bertujuan juga untuk memupuk jiwa sosial dan kepedulian civitas akademika serta sebagai sarana aplikasi pengetahuan dan keterampilan ilmu kedokteran gigi yang didapatkan selama perkuliahan.
Mari kita berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia Bebas Karies 2030 bersama JAMBAKSOS FKG UI 2017!

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat
Contact Person: Aqila (087781680484) - Bernike (081316192787)
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Monday, 22 January 2018 14:05

Asuransi Profesi Dokter dan Dokter Gigi

Written by

Setiap tindakan medis selalu terdapat resiko, dimana besar kecilnya resiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari diri sisi dokter/dokter gigi atau dari sisi pasien. Bahkan tidak jarang hal tersebut terjadi hanya karena kurangnya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien (miskomunikasi).

Dalam hal ini, Asuransi Profesi Dokter (oleh Allianz), hadir untuk membantu menengahi masalah, sehingga para dokter/dokter gigi tidak perlu khawatir dalam melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Adapun yang ditanggung oleh asuransi profesi dokter ini adalah jaminan kepada para dokter/dokter gigi untuk memperoleh ganti rugi finansial apabila dokter/dokter gigi secara hukum terbukti bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pasien. Dalam hal ini, yang akan ditanggung tidak hanya dokter/dokter gigi saja, tetapi meliputi bawahannya, seperti perawat atau pegawai yang membantu para dokter/dokter gigi. 

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai asuransi profesi dokter, dapat menghubungi drg. Shiril Paskalis (0857.1655.0022) 

     

Page 1 of 3