News

Friday, 21 August 2020 06:31

BAKSOSNAS PSMKGI

Written by

BAKSOSNAS (Bakti Sosial Nasional) PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi) merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh PSMKGI yang dimana merupakan program pengabdian masyarakat yang dirancang psmkgi khususnya komisi C. Program baksosnas ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat indonesia tentang kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan Bakti Sosial Nasional (Baksosnas) Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) tahun 2019 diadakan di Semarang yang berlangsung sejak Kamis (10/10/2019) hingga Minggu (12/10/2019). Adapun tuan rumah Baksosnas PSMKGI tahun 2019 adalah Univeristas Islam Sultan Agung Semarang. Kegiatan ini dipusatkan di Dieng Kecamatan Kejejer, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama yang mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi seluruh Indonesia.

Adapun item kegiatan yang dilaksanakan pada Baksosnas PSMKGI ini yakni pada hari pertama pada tanggal 10 oktober 2019 dilaksanakannya seminar nasional dan hands on dengan tema “Odontology Forensic & Emergency Medic Caused by Disaster for Medical Student”

Pada hari kedua tanggal 11 oktober 2019 dilaksanakannya pemeriksaan dan perawatan gigi gratis buat masyarakat di balai Desa Patakbanteng dan SD N 1 Dieng, begitu banyak masyarakat yang antusias untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi.

Pada hari ketiga tanggal 12 oktober 2019 merupakan hari puncak atau hari terakhir yang dimana diadakan kegiatan sikat gigi masal dan pesta rakyat yang begitu meriah serta kegiatan sikat gigi masal ini didukung pemerintah setempat dan dibantu oleh PDGI setempat.

Friday, 24 July 2020 08:04

PRAMUNAS XVI

Written by

PRAMUNAS ( Pramusyawarah Nasional) PSMKGI ( Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi ) merupakan kegiatan rutin yang di adakan oleh PSMKGI dalam rangka menyampaikan laporan kegiatan setiap institusi dan institusi yang telah menyelesaikan kegiatan tenderisasi nasional.

Kegiatan Pramunas PSMKGI diadakan di Universitas Jenderal Soedirman di purwokerto yang berlangsung sejak hari kamis 6 februari 2020 sampai hari minggu 8 februari 2020, agenda ini berlangsung di Hotel Surya Yuda dimana terdapat berbagai macam agenda setiap harinya dan agenda ini agenda bersama yang dapat mempertemukan seluruh mahasiswa kedokteran Gigi seluruh Indonesia.

Kegiatan pada hari pertama tanggal 6 Februrai 2020 yang berlangsung di Hotel surya yuda yaitu opening ceremony berlangsung di gelanggang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, lalu di lanjut dengan rapat komisi biro, LPJ sekjen dan wasekjen dan lpj komisi biro.

Pada hari kedua yaitu tanggal 7 februari 2020 berlangsung di Hotel Surya Yuda dengan agenda Pemaparan LPJ komisi dan biro lalu Pemaparan LPJ koordinator institusi berupa laporan kegiatan setiap institusi.

Pada hari ketiga yaitu tanggal 8 februrai 2020 yaitu hari puncak atau hari terahir dengan agenda berupa PSMKGI WAR yaitu berupa perlombaan yang diadakan oleh komisi A untuk menjalin kebersamaan antar pengurus, Pemaparan kajian, periodisasi dan di tutup dengan Gala dinner.

 

Wednesday, 14 March 2018 22:09

Digitising Dentistry

Written by

The use of digital technologies is a growing trend in most industries, and dentistry is no exception. More than 90 percent of dental clinics are now working with digital X-ray systems, and it is only a matter of time before all impressions are taken digitally using scanners, believes Dr Andreas Kurbad, who has lectured and taught courses on computer-assisted design (CAD) and computer-aided manufacturing (CAM) in dentistry for more than 20 years.

“It’s faster, simpler and more accurate. With the use of modern design software and effective milling units, digital impressions can be directly processed, and the final restorations produced in one treatment session, saving time and money for patients,” said Dr Kurbad, who has also authored a German textbook on the subject, CAD/CAM und Vollkeramik – Ästhetische Restaurationen in der Praxis (CAD/CAM and All-Ceramics – Aesthetic Restorations in Practice).

He noted that all currently available intraoral 3D cameras are optical-based. “This means that you can only scan what you can see, so if there is blood on the preparation margin, it will not be visible. This is obviously a disadvantage now, but, in the future, the use of ultrasonic scanners should be able to solve this problem,” he said.

He predicted that the dentistry’s digitisation will also take another leap forward when data from various devices are pooled for the patients’ benefit. “Already, in the SICAT Function system, the digital recording of jaw movements can be connected with data from 3D X-rays to find and restore the optimal jaw relationship, and the data can also be used in a digital CAD/CAM system for the production of restorations. This is especially interesting for the creation of a new occlusal vertical dimension,” he explained.

He concluded: “More and more materials will be optimised for in-office, one-session treatments. Many of them are already strong enough and have very short processing times and perfect aesthetics. Modern cementation techniques will complete the digital system. There are so many benefits that no one will want to return to the old methods.”
Dr. Kurbad will be speaking in depth about the developments of digital technology at the IDEM 2018 Conference in Singapore in April.

Page 1 of 3