News

Monday, 24 July 2017 06:07

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017

Written by

JAMBAKSOS FKG UI 2017 “Satu Gerakan Seribu Senyuman”

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017
Bergerak Bersama dengan Mewujudkan Senyum Cemerlang Masyarakat Indonesia

Jambore Bakti Sosial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI 2017 yang merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI tahun ini akan digelar di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan sarana untuk mendukung gerakan Indonesia bebas karies gigi pada tahun 2030 yang dijadikan sebagai wujud terlaksananya pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

Prevalensi karies aktif yang belum ditangani di Indonesia adalah sekitar 53,2% dan kurang lebih sebanyak 90 ribu jiwa menderita karies aktif menurut Data Kemenkes tahun 2013. Jawa Barat menduduki peringkat ke-6 prevalensi karies yaitu sebesar 79,7%, sedangkan indeks DMF-T atau indeks tingkat kejadian karies di Subang adalah 3,58 yang masuk kategori sedang menurut WHO. Selain itu mengenai kekooperatifan warga Subang mengenai kesehatan gigi dan mulut, terdapat 94,8% masyarakat yang belum menyikat gigi dengan benar dan hanya 0,58% pasien yang berobat ke puskemas di Kecamatan Tanjungsiang dan menjadi peringkat ke-4 terendah dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Desa Sirap hanya memiliki satu orang dokter gigi dengan 6 posyandu dan satu pos KB saja, memiliki 1140 kepala desa dengan penduduk 3016 jiwa serta mata pencahariaan dominan adalah petani dan buruh. Selain itu berdasarkan data penduduk, Desa Sirap tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut karena belum pernah mendapat edukasi mengenai hal tersebut.

Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), dan mahasiswa praklinik (masa belajar semester 1-7).
JAMBAKSOS FKG UI 2017 ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

  • Pengobatan gigi dan mulut pada 100 anak dan 100 orang dewasa
  • Penyuluhan gigi dan mulut pada 250 orang anak sekolah dasar
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada 85 orang ibu-ibu PKK
  • Sirkumsisi pada 10 anak
  • Bazaar dengan target 200 orang
  • Malam keakraban bagi seluruh peserta, panitia, undangan, dan warga setempat

Tujuan acara ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai sarana interaksi antara civitas akademika FKG UI dengan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, bertujuan juga untuk memupuk jiwa sosial dan kepedulian civitas akademika serta sebagai sarana aplikasi pengetahuan dan keterampilan ilmu kedokteran gigi yang didapatkan selama perkuliahan.
Mari kita berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia Bebas Karies 2030 bersama JAMBAKSOS FKG UI 2017!

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat
Contact Person: Aqila (087781680484) - Bernike (081316192787)
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

IDEC 2017
Indonesia Dental Exhibition & Conference

JAKARTA, 26 JULI  2017 - Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) bekerjasama dengan _Koelnmesse_ dan Traya Events akan menyelenggarakan Seminar Ilmiah dan Pameran _Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) _2017 di Assembly Hall _Jakarta Convention Center (JCC)_ Senayan, pada tanggal 15-17 September 2017. Penyelenggaraan perdana IDEC diarahkan untuk menjadi acara kedokteran gigi yang harus dihadiri oleh praktisi industri kedokteran gigi Indonesia, dengan mengadakan seminar dan _hands on_ serta diikuti oleh peserta pameran nasional dan internasional.

Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Pertumbuhan tahunan industri kedokteran gigi diperkirakan sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Potensi tersebut perlu disikapi dengan _update_ mengenai industri kedokteran gigi di Indonesia dalam sebuah pameran dan seminar untuk memajukan indutsri kedokteran gigi di tanah air.

Tuesday, 20 February 2018 16:36

Adding Value Through Additive Dentistry

Written by

Additive dentistry can be used to solve patients’ complex dental problems while preserving their existing tooth structure, and more dentists should use it, says Dr Christopher Ho, a lecturer at the University of Sydney, Australia, visiting lecturer at King’s College London in Britain and faculty member of the Global Institute for Dental Education and Academy of Dental Excellence.

“In the past, we had to grind teeth down to provide room for crowns made of porcelain fused to metal. Now, we can just bond very thin layers of materials such as ceramic or nano-hybrid composite resin to the remaining tooth structure instead. This is healthier and a superior treatment option because when you remove tooth structure, you are removing the integrity of the tooth and weakening the tooth, and you might also cause inadvertent damage to the pulp in the tooth,” he explained.

Furthermore, such additive techniques help to preserve teeth’s remaining enamel. “When you bond materials to enamel, you get a very predictable bond over the long term, which is good for patients,” Dr Ho said. Recent advances in additive materials, such as the nano-hybrids and new versions of lithium disilicates, also have increased strength, excellent longevity and better aesthetics with lustre and fluorescence similar to natural teeth.

Dr Ho said that additive dentistry is especially recommended for people whose teeth has been worn down due to the grinding of teeth or acid erosion caused by poor diet or diseases such as anorexia and bulimia. Dentists should also be familiar with both direct and indirect additive restoration techniques, and use them either singly or in combination depending on the patients’ needs.

He concluded: “All dentists should have these additive concepts in their back pocket and know when and how to use them.”

Dr. Ho will be speaking on the ‘Additive Approach to Complex Rehabilitation: Digital Workflow Meets the Art and Science of Dentistry’ at the IDEM 2018 Conference in Singapore in April.

Page 1 of 3