News

Tema : “Bersama Majukan Indonesia Dengan Mewujudkan Senyum yang Sehat” 

 

Jambore Bakti Sosial (JAMBAKSOS) adalah program kerja rutin tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI yang dikhususkan bagi mahasiswa untuk menjalankan ketiga poin tridharma perguruan tinggi negeri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan belajar mengelola kegiatan- kegiatan maupun program-program yang bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut serta mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari pada masa perkuliahan. Acara ini akan diadakan pada tanggal 27-29 Mei 2016 di Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. 

Provinsi Jawa Barat menduduki urutan ke-6 dimana karies merupakan penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat dengan prevalensi karies sebesar 79,7%. Desa Ciptasari merupakan desa dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang rendah dan belum terjamah oleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang layak. Desa Ciptasari hanya memiliki 1 orang dokter gigi sedangkan jumlah seluruh penderita penyakit gigi sebesar 1837 dan kasus penyakit gigi yang baru mendapat perawatan hanya 26% (GIGI PKM Pangkalan). Oleh karena itu, Desa Ciptasari merupakan desa yang tepat untuk dilaksanakan Jambaksos FKG UI 2016. Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), mahasiswa preklinik (masa belajar semester 1-7), dan karyawan FKG UI. 

 

JAMBAKSOS 2016 ini terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya:

  1. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut, Mencuci Tangan, Kegiatan Membaca Bersama, dan Kegiatan Edukatif untuk siswa-siswi SD
  2. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  3. Pengobatan Gigi Anak dan Dewasa
  4. Sirkumsisi
  5. Bazaar
  6. Malam Keakraban (Makrab)
  7. Outbond
  8. Sustainable Project berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Tempat Sampah Pilah

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut,  mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya itu saja, kegiatan JAMBAKSOS 2016 ini merupakan sarana untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan seluruh sivitas akademika FKG UI, menjalin rasa kekeluargaan serta solidaritas antar sivitas akademika terutama di dalam angkatan 2014 sebagai panitia JAMBAKSOS 2016. Bagi yang ingin berpartisipasi membantu acara JAMBAKSOS 2016, dapat menghubungi kontak yang telah tertera dibawah ini. 

 

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat

Contact Person: Claudia (081283089773)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Friday, 30 November 2001 07:20

Tata Cara Perpanjang STR

Written by

(download file di bawah)

Undang Undang Praktik Kedokteran no.29 thn 2004 mengamanatkan agar setiap dokter atau dokter gigi yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran atau kedokteran gigi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasi profesi dan lembaga lain yang diakreditasi oleh organisasi profesi dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran atau kedokteran gigi, dan dilaksanakan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran atau kedokteran gigi.

Wednesday, 14 March 2018 22:09

Digitising Dentistry

Written by

The use of digital technologies is a growing trend in most industries, and dentistry is no exception. More than 90 percent of dental clinics are now working with digital X-ray systems, and it is only a matter of time before all impressions are taken digitally using scanners, believes Dr Andreas Kurbad, who has lectured and taught courses on computer-assisted design (CAD) and computer-aided manufacturing (CAM) in dentistry for more than 20 years.

“It’s faster, simpler and more accurate. With the use of modern design software and effective milling units, digital impressions can be directly processed, and the final restorations produced in one treatment session, saving time and money for patients,” said Dr Kurbad, who has also authored a German textbook on the subject, CAD/CAM und Vollkeramik – Ästhetische Restaurationen in der Praxis (CAD/CAM and All-Ceramics – Aesthetic Restorations in Practice).

He noted that all currently available intraoral 3D cameras are optical-based. “This means that you can only scan what you can see, so if there is blood on the preparation margin, it will not be visible. This is obviously a disadvantage now, but, in the future, the use of ultrasonic scanners should be able to solve this problem,” he said.

He predicted that the dentistry’s digitisation will also take another leap forward when data from various devices are pooled for the patients’ benefit. “Already, in the SICAT Function system, the digital recording of jaw movements can be connected with data from 3D X-rays to find and restore the optimal jaw relationship, and the data can also be used in a digital CAD/CAM system for the production of restorations. This is especially interesting for the creation of a new occlusal vertical dimension,” he explained.

He concluded: “More and more materials will be optimised for in-office, one-session treatments. Many of them are already strong enough and have very short processing times and perfect aesthetics. Modern cementation techniques will complete the digital system. There are so many benefits that no one will want to return to the old methods.”
Dr. Kurbad will be speaking in depth about the developments of digital technology at the IDEM 2018 Conference in Singapore in April.

Page 1 of 3