Prosthodonsia

Wednesday, 05 June 2013 23:56

All Ceramic Crown - Pilihan restorasi estetik yang menjanjikan


Notice: Undefined property: Joomla\CMS\User\User::$profile in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69
Written by Sugeng R drg

"Dok saya mau tanya, gusi disekitar crown yang kemarin dokter buat kok agak hitam ya dok...?"

Pertanyaan ini mungkin pernah anda alami selama berpraktek hingga saat ini. Ya, memang inilah kendala yang mungkin saja kita alami ketika melakukan restorasi dengan bahan yang mengandung unsur non-Precious metal. Mungkin bagi rekan sejawat yang pernah mengalami atau sedang akan melukakan restorasi crown, terutama pada gigi anterior, dapat mempertimbangkan penggunaan all-ceramic crown.

Sunday, 09 December 2012 11:57

Cara Membersihkan Gigi Tiruan Lepasan (saran dari para peneliti di Brazil)


Notice: Undefined property: Joomla\CMS\User\User::$profile in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69
Written by Shiril Paskalis .drg

Banyak sekali pasien yang menggunakan gigi tiruan lepasan, baik sebagian maupun gigi tiruan penuh. Namun sedikit sekali yang menyadari bahwa kebersihan gigi tiruan itu sangat penting agar terhindar dari infeksi mulut dan penyakit mulut lainnya. Gigi tiruan perlu dibersihkan secara rutin seperti layaknya membersihkan gigi asli kita. Jadi, gigi tiruan perlu dibersihkan dengan cara disikat, di”flossing”, dan menggunakan obat kumur antibakteri.

 

Umumnya, gigi tiruan dilapisi oleh biofilm dari bakteri, yang harus dibersihkan secara rutin, agar mempertahankan kesehatan mulut. Beberapa bakteri yang terdapat di dalam biofilm tersebut diantaranya adalah MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus), yaitu bakteri yang mampu masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan infesi paru-paru dan komplikasi penyakit lainnya.

Beberapa peneliti dari Araraquara Dental School dari Universitade Estadual Pasulista di Sao Paolo, Brazil,  telah membuktikan metode berikut ini sangat efisien dalam membunuh bakteri yang berada di permukaan gigi tiruan. Berikut saran dari mereka: 

  • Bersihkan gigi tiruan di dalam oven microwave.  Peneliti menyatakan bahwa dengan menaruh gigi tiruan di dalam microwave oven selama 3 menit pada kekuatan 650 watt, akan menghilangkan bakteri secara tuntas.
  •  Bilas gigi tiruan dengan larutan 2% chlorhexidine gluconateMenurut peneliti, larutan ini juga mampu menghilangkan bakteri secara tuntas.

 

Referensi : worldDental/denture cleaning.

Tuesday, 11 September 2012 01:19

Mengembalikan Kecantikan Gigi dengan Implan


Notice: Undefined property: Joomla\CMS\User\User::$profile in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/gigigeligi.com/SiGigiGeligiCoy/components/com_k2/templates/default/category_item.php on line 69
Written by Stefanus Fani .drg

Mengembalikan Kecantikan Gigi dengan Implan

 

Implan gigi menjadi suatu solusi dalam ilmu kedokteran gigi saat ini banyak diminati oleh para dokter gigi. Namun, sejauh mana hal ini dapat memberi kenyamanan dan keamanan bagi para konsumen.

 

Implan gigi berasal dari istilah asing dental implant, yakni suatu benda terbuat dari logam metal berbentuk menyerupai akar gigi dan biasanya mempunyai ulir di bagian luar, dipasang dengan cara penanaman di dalam tulang rahang (rahang atas atau bawah) berfungsi untuk menggantikan gigi asli yang hilang di dalam mulut. Sistem ini diperkenalkan sesuai perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang ilmu kedokteran gigi, untuk mengembalikan kecantikan, fungsi pengunyahan, serta fungsi pengucapan pada waktu berbicara.