Remember me

News

Friday, 15 September 2017 21:43

Pameran IDEC 2017 Dibuka Hari Ini

Written by

JAKARTA, 15 September 2017 – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI), Koelnmesse Pte Ltd, dan Traya Eksibisi Internasional secara resmi membuka Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 (IDEC) pada hari ini. Pameran dan konferensi IDEC 2017 berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan berlangsung pada tanggal 15-17 September 2017.

Menempati area pameran seluas 5.000 meter persegi di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), IDEC 2017 menampilkan berbagai produk, solusi, dan teknologi terbaru dari 229 merek dan bisnis. Sebesar 60% ruang pameran digunakan oleh perusahaan internasional, yang menjadikan IDEC memiliki keunikan tersendiri dalam kalender acara kedokteran gigi Indonesia. Sejalan dengan pameran tersebut, IDEC 2017 juga akan menggelar konferensi ilmiah yang disertai lokakarya langsung bertema "Modern Science and Technology for the Future of Dentistry," yang menampilkan para ahli gigi Indonesia dan internasional sebagai pembicara.

"Pemerintah mengapresiasi PB-PDGI yang baru tiga bulan mampu menyelanggarakan IDEC pertama. Kami terus akan mendorong penguataan pelayanan kesehatan, termasuk juga penguatan SDM tenaga kesehatan, dimana kurikulum kedokteran gigi harus terus diperhatikan dan jangan sampai kompetensi dokter gigi Indonesia di masa depan dipertanyakan," kata Usman Sumantri Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebelum meresmikan IDEC 2017.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan akan mendukung tiga pilar utama pembangunan nasional yakni Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Kerja. Beberapa permasalahan khususnya pilar Indonesia Sehat yang masih perlu dibenahi antara lain integrated professional collaboration atau kolaborasi antara dokter dan perawat gigi dan peningkatan kompetensi dokter gigi. Perbandingan jumlah ketersediaan dokter gigi di Indonesia selama ini sekitar 28.880, sementara jumlah perawat gigi sekitar 15.000.

PPSDM Kementerian Kesehatan juga berharap agar PDGI mendorong anggotanya khususnya para dokter gigi muda untuk melayani masyarakat di daerah terpencil di Indonesia, bukan menumpuk di area kota-kota besar. Usman berharap bisa mengurangi rasio kebutuhan dokter gigi terhadap populasi penduduk yang kini perbandingannya 0,097: 1.000.

"IDEC akan menjadi platform unik bagi PDGI dan para anggotanya untuk meningkatkan wawasan keilmuannya bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik ke maysrakat, sementara bagi pelaku industri kedokteran gigi yaitu para distributor di Indonesia yang kebanyakan masih mengimpor dari luar negeri bisa memperoleh bahan yang langsung dari produsennya sehingga harga jual di sini lebih murah," tutur Dr. Sri Hananto Seno, drg, MM, Sp.BM, Presiden PDGI.

Dalam sambutannya Dr. Seno mengatakan bahwa IDEC akan menyajikan seminar-seminar ilmiah dengan topik menarik, antara lain mengenai penyakit gigi dan mulut yang dan mulut yang tadinya dianggap bukan penyebab kematian, kini mulai diperhatikan oleh masyarakat karena dapat menyebabkan kelainan yang lebih parah. Oleh karena itu, Dr. Seno

Mengenai pelaksanaannya, Dr. Seno yang pernah mengunjungi IDF (International Dental Forum) di Madrid, Spanyol, menyatakan bahwa IDEC 2017 ini tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan pameran-pameran kedokteran gigi skala dunia jika melihat topik-topik ilmiah seminar dan para peserta.

"IDEC 2017 merupakan event yang pertama kali diadakan oleh PB-PDGI yang hadir memberikan keilmuan update tentang industri dan teknologi kedokteran gigi yang tentunya menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia untuk memajukan dunia ilmu kedokteran gigi dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. IDEC diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan para professional kedokteran gigi, distributor dan pelaku industri. Dalam event ini juga akan digelar Dental Conference yang akan menghadirkan para ahli tenaga medis, dental supplier. IDEC akan memperkuat posisinya sebagai salah satu platform untuk perusahaan yang ingin meluncurkan peralatan gigi baru, membuka kesempatan bisnis baru serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk yang berkualitas dan membuka peluang investasi di Indonesia," jelas drg. Diono Susilo, Ketua IDEC 2017.

 

Mathias Kuepper, Managing Director Koelnmesse Pte Ltd, menambahkan, "Edisi perdana IDEC 2017 telah mendapat dukungan signifikan dari dunia internasional, yaitu 60% ruang pameran diisi oleh perusahaan-perusahaan internasional. Sebanyak 5 paviliun internasional dari Jerman, Swiss, Korea Selatan, Italia, dan China berada di IDEC mewakili industri kedokteran gigi negara mereka. Pengunjung pameran dapat menantikan berbagai produk dari seluruh dunia dan dapat berbicara dengan banyak produsen secara langsung."

 

Seminar ilmiah di IDEC 2017 menampilkan para pembicara ahli, yang akan menyajikan topik menarik tentang teknologi dan praktik seperti, Reciprocating Movement in Endodontics, Improving Your Daily Practice with Dental Photography and Oral Hygiene and Systemic Health. Selain itu, peserta ilmiah dapat mengikuti 12 Workshop Hands-On yang mencakup berbagai topik dalam kelas lokakarya khusus.

 

"Kami berharap IDEC pertama ini akan benar-benar diterima oleh komunitas kedokteran gigi Indonesia dan sejalan dengan tujuan awal kami, dalam hal memberikan update menyeluruh tentang industri kediokteran gigi ke para tenaga ahli gigi profesional Indonesia serta sebagai platform jaringan untuk melanjutkan pengembangan industri kedokteran gigi di Indonesia," ujar Bambang Setiawan, Presiden Direktur PT Traya International Exhibition (Traya Events).

 

IDEC 2017 berlangsung hari Jumat-Minggu, 15-17 September 2017, di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC). Pameran dibuka setiap hari pukul 09.00 - 19.00 WIB (15-16 September), sedangkan pada tanggal 17 September buka pukul 09.00 - 18.00 WIB. Biaya pendaftaran IDEC di lokasi adalah sebesar Rp50.000 / USD 5. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.indonesiadentalexpo.com.

IDEC 2017
Indonesia Dental Exhibition & Conference

JAKARTA, 26 JULI  2017 - Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) bekerjasama dengan _Koelnmesse_ dan Traya Events akan menyelenggarakan Seminar Ilmiah dan Pameran _Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) _2017 di Assembly Hall _Jakarta Convention Center (JCC)_ Senayan, pada tanggal 15-17 September 2017. Penyelenggaraan perdana IDEC diarahkan untuk menjadi acara kedokteran gigi yang harus dihadiri oleh praktisi industri kedokteran gigi Indonesia, dengan mengadakan seminar dan _hands on_ serta diikuti oleh peserta pameran nasional dan internasional.

Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Pertumbuhan tahunan industri kedokteran gigi diperkirakan sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Potensi tersebut perlu disikapi dengan _update_ mengenai industri kedokteran gigi di Indonesia dalam sebuah pameran dan seminar untuk memajukan indutsri kedokteran gigi di tanah air.

Monday, 24 July 2017 06:07

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017

Written by

JAMBAKSOS FKG UI 2017 “Satu Gerakan Seribu Senyuman”

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017
Bergerak Bersama dengan Mewujudkan Senyum Cemerlang Masyarakat Indonesia

Jambore Bakti Sosial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI 2017 yang merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI tahun ini akan digelar di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan sarana untuk mendukung gerakan Indonesia bebas karies gigi pada tahun 2030 yang dijadikan sebagai wujud terlaksananya pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

Prevalensi karies aktif yang belum ditangani di Indonesia adalah sekitar 53,2% dan kurang lebih sebanyak 90 ribu jiwa menderita karies aktif menurut Data Kemenkes tahun 2013. Jawa Barat menduduki peringkat ke-6 prevalensi karies yaitu sebesar 79,7%, sedangkan indeks DMF-T atau indeks tingkat kejadian karies di Subang adalah 3,58 yang masuk kategori sedang menurut WHO. Selain itu mengenai kekooperatifan warga Subang mengenai kesehatan gigi dan mulut, terdapat 94,8% masyarakat yang belum menyikat gigi dengan benar dan hanya 0,58% pasien yang berobat ke puskemas di Kecamatan Tanjungsiang dan menjadi peringkat ke-4 terendah dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Desa Sirap hanya memiliki satu orang dokter gigi dengan 6 posyandu dan satu pos KB saja, memiliki 1140 kepala desa dengan penduduk 3016 jiwa serta mata pencahariaan dominan adalah petani dan buruh. Selain itu berdasarkan data penduduk, Desa Sirap tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut karena belum pernah mendapat edukasi mengenai hal tersebut.

Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), dan mahasiswa praklinik (masa belajar semester 1-7).
JAMBAKSOS FKG UI 2017 ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

  • Pengobatan gigi dan mulut pada 100 anak dan 100 orang dewasa
  • Penyuluhan gigi dan mulut pada 250 orang anak sekolah dasar
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada 85 orang ibu-ibu PKK
  • Sirkumsisi pada 10 anak
  • Bazaar dengan target 200 orang
  • Malam keakraban bagi seluruh peserta, panitia, undangan, dan warga setempat

Tujuan acara ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai sarana interaksi antara civitas akademika FKG UI dengan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, bertujuan juga untuk memupuk jiwa sosial dan kepedulian civitas akademika serta sebagai sarana aplikasi pengetahuan dan keterampilan ilmu kedokteran gigi yang didapatkan selama perkuliahan.
Mari kita berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia Bebas Karies 2030 bersama JAMBAKSOS FKG UI 2017!

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat
Contact Person: Aqila (087781680484) - Bernike (081316192787)
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Indonesian Dental Exhibition & Conference
Indonesian Dental Exhibition & Conference

JAKARTA, 15 Maret 2017 – Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Indonesia sendiri memiliki 31.664 dokter gigi, namun disamping ketersediaan tenaga mutu pelayanan kedokteran gigi Indonesia juga ditentukan oleh kualitas fasilitas kesehatan. Pertumbuhan tahunan industry Kedokteran Gigi diperkirakan yaitu sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Hal ini membuat Indonesia muncul sebagai “pasar” untuk peluang perkembangan industri kedokteran gigi.

Tema : “Bersama Majukan Indonesia Dengan Mewujudkan Senyum yang Sehat” 

 

Jambore Bakti Sosial (JAMBAKSOS) adalah program kerja rutin tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI yang dikhususkan bagi mahasiswa untuk menjalankan ketiga poin tridharma perguruan tinggi negeri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan belajar mengelola kegiatan- kegiatan maupun program-program yang bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut serta mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari pada masa perkuliahan. Acara ini akan diadakan pada tanggal 27-29 Mei 2016 di Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. 

Provinsi Jawa Barat menduduki urutan ke-6 dimana karies merupakan penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat dengan prevalensi karies sebesar 79,7%. Desa Ciptasari merupakan desa dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang rendah dan belum terjamah oleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang layak. Desa Ciptasari hanya memiliki 1 orang dokter gigi sedangkan jumlah seluruh penderita penyakit gigi sebesar 1837 dan kasus penyakit gigi yang baru mendapat perawatan hanya 26% (GIGI PKM Pangkalan). Oleh karena itu, Desa Ciptasari merupakan desa yang tepat untuk dilaksanakan Jambaksos FKG UI 2016. Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), mahasiswa preklinik (masa belajar semester 1-7), dan karyawan FKG UI. 

 

JAMBAKSOS 2016 ini terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya:

  1. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut, Mencuci Tangan, Kegiatan Membaca Bersama, dan Kegiatan Edukatif untuk siswa-siswi SD
  2. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  3. Pengobatan Gigi Anak dan Dewasa
  4. Sirkumsisi
  5. Bazaar
  6. Malam Keakraban (Makrab)
  7. Outbond
  8. Sustainable Project berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Tempat Sampah Pilah

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut,  mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya itu saja, kegiatan JAMBAKSOS 2016 ini merupakan sarana untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan seluruh sivitas akademika FKG UI, menjalin rasa kekeluargaan serta solidaritas antar sivitas akademika terutama di dalam angkatan 2014 sebagai panitia JAMBAKSOS 2016. Bagi yang ingin berpartisipasi membantu acara JAMBAKSOS 2016, dapat menghubungi kontak yang telah tertera dibawah ini. 

 

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat

Contact Person: Claudia (081283089773)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Surat Tanda Registrasi (STR) merupakan surat yang penting untuk seorang dokter / dokter gigi umum dan spesialis, karena tanpanya dokter / dokter gigi tidak dapat membuat Surat Ijin Praktek. Namun, seringkali dokter / dokter gigi lupa kapan masa berlakunya karena menyesuaikan tanggal kelulusan seorang dokter / dokter gigi, sehingga tidak jarang dokter / dokter gigi yang mengurus registrasi ulang STR terlambat.

Untuk mengantisipasi hal ini, ternyata Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) memberikan solusi, yaitu menyamakan tanggal masa berlaku STR dengan tanggal lahir dokter / dokter gigi yang bersangkutan. Penyesuaian ini berlaku untuk pengurusan STR per tanggal 1 Januari 2016. Semoga solusi ini memudahkan kita untuk mengingat masa berlaku STR ya..!

Berikut surat edaran dari KKI mengenai penyesuaian masa berlaku STR sesuai tanggal lahir :

Sebagai warga negara yang baik maka kita akan taat membayar pajak. Wajib Pajak, sering disingkat dengan sebutan WP, adalah orang pribadi atau badan (subjek pajak) yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak bisa berupa wajib pajak orang pribadi atau wajib pajak badan.

Wajib pajak pribadi adalah setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas pendapatan tidak kena pajak. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP), kecuali ditentukan dalam undang-undang dan tidak terkecuali dokter/dokter gigi. Pelaporan pajak diajukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT ini ada 2 macam, yaitu SPT masa (bulanan) atau SPT tahunan. SPT masa dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 10 dan dilaporkan setiap selambat-lambatnya tanggal 20 per bulannya. Sedangkan SPT Tahunan biasanya dilaporkan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret untuk WP orang pribadi atau 30 April untuk WP badan.

Praktik Dokter gigi merupakan pekerjaan bebas. Khusus dokter/dokter gigi yang memiliki praktek pribadi dan dokter/dokter gigi pegawai, formulir yang digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan adalah dengan menggunakan formulir 1770 (SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi).  Dalam pelaporan pajak, yang digunakan adalah penghasilan netto. Untuk menghitung penghasilan netto ada 2 cara, yaitu menggunakan pembukan atau menggunakan norma penghitungan penghasilan neeto (NPPN). Apakah yang dimaksud dengan NPPN? NPPN adalah suatu perhitungan pajak yang menggunakan persentase dalam menentukan penghasilan netto. Siapa yang diperbolehkan untuk menggunakan NPPN? Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dengan ketentuan peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah). Syaratnya adalah memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan atau dilakukan bersamaan dengan pelaporan SPT Tahunan dengan mengisi form lampiran pemberitahuan penggunaan norma. -Pasal 14 UU PPh-

NB : Form 1770 tahun 2016 beserta lampirannya dapat diunduh di bawah artikel ini atau download disini

Besarnya norma ditentukan berdasarkan suatu persentase tertentu dan dikelompokkan menurut wilayah tertentu yaitu :

  • 10 ibukota propinsi (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak) : 50%
  • Ibukota propinsi lainnya : 50%
  • daerah lainnya : 50%

Namun, bila penghitungan penghasilan netto dokter/dokter gigi, dalam hal dilakukan pemriksaan dan tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan pembukuan atau tidak bersedia memperlihatkan pembukuan atau pencatatan atau bukti pendukungnya, dapat ditetapkan secara jabatan dengan ketentuan norma sebagai berikut :

  • Praktik dokter umum : 62.5%
  • Praktik dokter spesialis : 62.5%
  • Praktik dokter gigi : 62.5%

 

Pada tahun 2016, untuk ketujuh belas kalinya Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) kembali menyelenggarakan Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG). Rangkaian acara tiga tahun sekali ini merupakan kegiatan ilmiah kedokteran gigi terbesar di Indonesia. Di tahun ini, KPPIKG mengangkat tema Towards Excellent Oral Health Care : Continuous Improvement in Research and Clinical Practice. Sebagai praktisi kedokteran gigi, para dokter gigi dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi yang prima. Untuk itu para dokter gigi perlu terus menambah dan menyegarkan ilmu dan keterampilan klinik mereka.

 

KPPIKG 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 24-27 Februari 2016 di Jakarta Convention Center ini terdiri dari rangkaian kegiatan lmiah berupa main lectures, diskusi panel, integrated lectures, short lectures, dan E-poster presentation. Untuk mengisi kegiatan ilmiah tersebut KPPIKG menghadirkan 32 pembicara internasional dari 13 negara seperti Amerika Serikat, Australia, Belanda, Cina, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Srilanka, Thailand, Singapore, Saudi Arabia, dan Swiss serta 27 pembicara nasional dari berbagai institusi. Selain itu, terdapat 28 hands on untuk mengasah dan menambah keterampilan klinik. 

 

KPPIKG 2016 juga menghadirkan lebih dari 50 perusahaan yang bergerak di bidang kedokteran gigi maupun yang non kedokeran gigi yang berpartisipasi dalam pameran kedokteran gigi terbesar di Indonesia. Tahun ini luas area pameran mencakup lebih dari 2000m2. Area pameran juga akan meliputi stage area dimana akan ada launching products, products knowledge, special promotion, dan berbagai performa meriah lainnya.

 

Berbagai program social events telah dipersiapkan. Mulai dari Opening Ceremony sebagai pembukaan resmi rangkaian acara KPPIKG 2016, gala dinner sebagai ucapan terima kasih kepada para pembicara yang telah berkontribusi dalam acara KPPIKG 2016, ceramah popular yang terbuka untuk umum dengan topik Digital entrepreneurship, female zone sebagai acara khusus peserta wanita yang akan menambah dan memperkaya wawasan para wanita mengenai kecantikan dan fesyen, alumni gathering sebagai ajang kumpul-kumpul dan pelepas rindu para alumni, serta closing ceremony sebagai penutupan resmi KPPIKG 2016.

 

Enrich Your Knowledge and enhance your skills by attending KPPIKG 2016!

 

Berdasarkan Press Conference pada tanggal 24 Februari 2016, Dekan FKG UI, Dr. drg. Yosi Kusuma Eriwati, M.Si, mengatakan bahwa FKG UI adalah salah satu pionir dalam mengadakan acara ilmiah kedokteran gigi dalam mengembangkan dan memperbaharui ilmu kedokteran gigi di Indonesia sehingga dokter gigi di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi kepada masyarakat. 

Selaku ketua KPPIKG 2016, drg. Corputty Johan E.M., Sp.BM(K) juga menambahkan diharapkan dari salah satu ajang terbesar di dunia kedokteran gigi ini, para dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis diharapkan meningkatkan kemampuan dan keterampilannya sehingga dapat diaplikasikan kepada masyarakat umum. Selain itu pada kesempatan KPPIKG ini, panitia juga mengundang para dokter gigi di Indonesia untuk mempublikasikan penelitiannya, sehingga dapat membagikan ilmu kepada dokter gigi lain dalam memperbaharui ilmunya dan meningkatkan kompetensinya. 

"Di ajang KPPIKG 2016 ini, panitia juga ingin memberikan sumbangsih kepada masyarakat dengan mengangkat seminar dengan topik-topik yang sedang hangat saat ini di tengah masyarakat, salah satunya adalah Digital Entrepreneurship. Jadi, dapat membantu masyarakat yang sedang ingin mengembangkan usahanya dengan menghadiri seminar ini" menurut drg. Rahmita Anne, Sp.BM Selain itu, Dr.drg. Yuniardini SeptoriniWimardhani, MscDent, juga menambahkan bahwa saat ini di bidang Public Health sedang berkembang mengenai "Bagaimana membuat suatu upaya preventif yang bisa digunakan secara global"

 

Selamat menimba ilmu, para teman sejawat!

Wednesday, 04 February 2015 11:50

"Memperbaiki Senyum" dengan Digital Smile Design (DSD)

Written by

Pernahkah rekan sejawat menerima pasien yang meminta untuk diperbaiki seluruh giginya entah karena terlalu banyak gigi anterior yang ditambal sebelumnya, atau karena beberapa gigi memiliki bentuk yang kurang baik? Pada saat itu sebagian dari para dokter gigi mungkin merasa bingung ingin melakukan apa, atau kalaupun sudah bisa menentukan rencana perawatan, anda akan cenderung "senyum-senyum sendiri" membayangkan hasil akhirnya. Tapi bagaimana dengan pasien? apakah mereka mengerti apa yang anda pikirkan, apa rencana anda dan bagaimana kira-kira hasilnya nanti?

Digital Smile Design atau DSD merupakan suatu teknik yang dikembangkan oleh dr Christian Coachman yang berorientasi kepada komunikasi yang interaktif melibatkan emosional pasien dengan memvisualisasikan rencana perawatan. Teknik ini sejatinya bukanlah teknik rencana perawatan medis seperti Dental Implant atau Perawatan saluran akar atau tindakan medis lainnya. Melainkan sebuah cara untuk menyuguhkan suatu proyeksi hasil perawatan dengan tetap berdasarkan pada kaidah-kaidah Kedokteran Gigi. Seperti ukuran gigi, bentuk gigi, overjet, warna gigi dan lainnya. Dengan kata lain si pasien diajak untuk "Melihat" apa yang ada dalam benak dokter gigi mengenai rencana perawatannya.

dr Christian Coachman sendiri meyakini dengan teknik DSD ini akan meningkatkan akuisisi pasien dalam perawatan gigi, karena si pasien diajak untuk melihat dan berbagi pendapat mengenai rencana perawatannya secara emosional. Untuk lebih dapat mengerti mengenai DSD, berikut adalah video singkat proses DSD

[bt_youtube url="https://www.youtube.com/watch?v=8fQgPm4txds" width="600" height="400" responsive="yes" autoplay="no"][/bt_youtube]

Courtesy of Youtuube

Satuan Kredit Profesi (SKP) dibutuhkan oleh dokter atau dokter gigi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya di bidang profesinya. Selain itu, pengumpulan SKP dibutuhkan untuk memperbaharui sertifikat kompetensi dan Surat Tanda Registrasi (STR). Per tanggal 1 Januari 2015, terdapat ketentuan baru dalam peroleh SKP, dengan ketentuan sebagai berikut :

 

DokterGigi

Dalam satu periode (5 tahun) = 30 SKP

  • Minimal : 70% (21 SKP) Kegiatan Utama yang dibagi dalam

                            40% (12 SKP) kegiatan teori (seminar) atau publikasi ilmiah

                            30% ( 9 SKP)  kegiatan keterampilan (Hands On/Table Clinic/Baksos sesuai dengan kompetensi/Pengurus Organisasi/Delegasi Organisasi)

 

  • Maksimal  : 30% (9 SKP) Kegiatan Penunjang

 

Kegiatan utama Merupakan kegiatan yang dapat diverifikasi melalui Sertifikat Tertulis atau Surat Keputusan yang sesuai dengan kompetensinya, adalah:

  1. mengikuti kegiatan ilmiah yang sesuai dengan kompetensinya
  2. membuat karya tulis atau laporan kasus kedokteran gigi
  3. sebagai pembicara pada kegiatan ilmiah P3KGB
  4. sebagai peserta atau pembimbing Kegiatan Ketrampilan: hands on/demo kasus/kursus film bingkai, baksos yang sesuai dengan kompetensinya
  5. sebagai pengurus dalam organisasi profesi berdasarkan SKep.
  6. delegasi  dalam  kegiatan  organisasi  antara  lain  kongres,  rakor/rakernas, RUA

 

Kabar GGC

Dapatkan info terkini dalam kedokteran gigi, termasuk jadwal seminar

captcha 

Group Kedokteran Gigi

View all groups

Hubungi GigiGeligi

0878.7118.9191

Customer.Care@GigiGeligi.Com
Bumi Serpong Damai, Tangerang
 
   This seal is issued to gigigeligi.com by StopTheHacker Inc.
 
Our Partner
Dentsoftware, India
+91 77 367 67 367