Halo para Teman Sejawat, memasuki awal tahun maka kita sudah bersiap-siap untuk lapor SPT Tahunan Dokter/Dokter Gigi, dimana paling lambat untuk lapor adalah tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Setelah sebelumnya GigiGeligi.Com menjabarkan cara mengisi SPT secara manual, kali ini tim redaksi kami mengulas mengenai pelaporan dengan cara membuat e-spt atau pelaporan secara digital.

Pertama kali yang harus dilakukan jika Teman Sejawat ingin melaporkan SPT Tahunan melalui e-SPT adalah memiliki e-FIN. E-FIN dapat diperoleh di kantor Pajak manapun. Setelah itu, login di https://djponline.pajak.go.id/account/login menggunakan e-fin yang didapatkan dan ikuti petunjuknya.

Mari kita mulai ulasan untuk membuat e-spt dan pelaporannya!
Setelah masuk ke DJP Online, bila belum ada pilihan e-Form, maka aktifkan e-Form dengan cara klik “Profil Lengkap” lalu, ubah profil jika ada data yang ingin dirubah dan klik “ubah profil”. Ubah password jika ingin ubah password, dan terakhir, dicentang untuk mengaktifkan e-form lalu klik “ubah akses” (seperti gambar 1 di bawah ini). Setelah itu, kembali ke menu Utama dan klik e-form (seperti gambar 2) 

Gambar 1                                                                                                                   Gambar 2:

     

 

Di menu e-form ini, klik “Buat SPT”. Setelah itu, akan muncul pertanyaan seperti di gambar bawah ini, klik “Ya” dan klik e-form SPT 1770.

       

 

Lalu, isi tahun Pajak “2017” , dengan status SPT “normal” jika baru ingin membuat, atau klik pembetulan ke- jika ingin membuat SPT Pembetulan. Dan Klik “Kirim Permintaan” dan save file yang diterima (JANGAN DIUBAH NAMA FILE NYA). Dan teman sejawat akan menerima email kode verifikasi (harap disimpan baik-baik)

File yang akan terunduh adalah file dalam format .xfdl. Agar file ini dapat dibuka, unduh program dari DJP online tersebut dengan klik pada poin 1 "Download Viewer" lalu ikuti petunjuk instalasi (di poin 2)

   

 

Kemudian, buka program tersebut (IBM Forms Viewer). Buka File Database Form dan pilih file e-form yang di save tadi :

Berikut tahapan setiap pengisian form :

Setelah dibuka filenya, akan muncul pertama kali form 1770-IV, klik “Pencatatan” pada pojok kanan atas. dan isi semua form sesuai data masing-masing. Setelah selesai, klik "halaman berikutnya"

 

 

 

 Pada Form 1770-III, langsung klik "Halaman Berikutnya"

Pada Form 1770-II dapat diisi bila praktek di Rumah Sakit atau klinik yang telah memberikan bukti potong, maka mengisi bagian ini secara lengkap. Bila tidak ada, dapat langsung klik "Halaman Berikutnya"

 

Pada Form 1770-I ini yang sering digunakan oleh para dokter gigi. Beberapa poin yang perlu diisi adalah :

  • Bila memiliki praktek pribadi dan memiliki pembukuan, maka dapat isi bagian B no. 4 "PEKERJAAN BEBAS" dengan mengisi penghasilan bruto, dimana norma yang berlaku adalah 50% dan tuliskan penghasilan netto-nya.
  • Bila memiliki usaha lain selain kedokteran gigi dan belum dikenakan PPh final, maka dapat mengisi bagian D no. 6 di "PENGHASILAN LAINNYA"

Setelah selesai mengisi form tersebut, dapat klik "Halaman Berikutnya"

 

Tampilan berikutnya adalah form 1770. Pada form ini, klik status kewajiban perpajakan suami-isteri, apakah KK (kepala keluarga), HB (hidup berpisah), PH (pisah harta), atau MT (Manajemen Terpisah). Setelah itu, klik Penghasilan Tidak Kena Pajak, disesuaikan dengan kondisi teman sejawat apakah TK (tidak kawin), K (kawin, dengan tanggungan berapa), K/I/ (Kawin, istri bekerja, dengan tanggunan berapa anak).

NB :

  • Perlu diperhatikan, isi tanggal pembayaran (bila ada PPh kurang bayar) <lihat disini untuk membayar PPh kurang bayar melalui SSE dan pembayaran secara online>
  • Centang Bagian G (Lampiran) : huruf b. (bila ada PPh kurang bayar), huruf e & f bila ada bukti potong yang akan dilampirkan

Setelah itu, isi tanggal menyerahkan SPT dan Klik "Submit"

 

Halaman berikutnya adalah untuk submit SPT :

  • Unggah lampiran dalam bentuk PDF (disesuaikan dengan yang telah diisi di form 1770 tadi)
  • isi Tanggal SSP, nilai SSP, NTPN (bila sudah bayar) dan jumlah setornya. 
  • Lalu masukka kode verifikasi (yang didapat di email pada saat pertama kali membuat e-form)
  • Klik Submit
  • Opsional : print dokumen sebagai arsip : pilih ya untuk print.

Setelah submit, akan keluar dialog sebagai berikut :

Untuk mengecek apakah sudah benar tersubmit dengan baik, dapat di cek kembali di akun DJP online : klik e-billing, terdapat tabel yang membuktikan bahwa e-SPT telah disubmit

atau dapat dicek di e-mail, akan mendapatkan bukti setor elektronik sebagai berikut :

Dengan demikian, pelaporan SPT melalui e-form telah selesai.

 

Untuk membuat SSE (surat setoran pajak elektronik) dan membayarnya secara online (melalui internet banking BCA), klik disini

Peri-implantitis is one of the most frequent pathological conditions that dentists and dental hygienists face. A systematic review of epidemiology published in the Journal of Clinical Periodontology in 2015, for example, found that 22 percent of patients were affected by it. To date, however, there is no gold standard of treatment, nor randomised clinical trials in the literature comparing surgical and non-surgical treatment.

To combat the condition, Dr Magda Mensi, Assistant Professor of Periodontology, Oral Surgery and Implantology at the University of Brescia’s Dental and Hygiene School in Italy, embarked on a pilot study in 2013 to determine whether a combination of low-abrasive powder, topical antibiotic and curettage could be more effective against severe peri-implantitis than conventional manual or mechanical debridement.

After one year, Dr Mensi and her colleagues observed 4 millimetres of pocket probing depth reduction, more than 3.7 millimetres of attachment level gain, and only 6.5 percent of bleeding on probing at level site in their study’s 15 patients’ 27 implants. These results were better than those of the conventional treatments. Furthermore, in the four years since the study began, only one patient has had a reoccurrence of peri-implantitis, and that was likely due to the patient missing several control and maintenance appointments and taking immunosuppressive drugs, as well as a worsening of her general health.

Dr Mensi’s Multiple Anti-Infective Non-Surgical Therapy (MAINST) protocol consists of using topical 14 percent doxycycline delivered by a biodegradable controlled released vehicle to solve the peri-implantitis acute phase, a session of full mouth air-polishing therapy with erythritol powder delivered sub-gingival with a special nozzle, curettage of the internal pocket line with a piezoceramic device with PEEK-coated tips and, finally, a second application of the doxycycline gel.

 

The patients also underwent quarterly maintenance sessions and were instructed to use personalised home care instruments, such as sonic toothbrushes, interdental brushes and floss. “This is very important. The patients have to be educated in plaque and calculus removal, motivated to carry out this maintenance at home, and show up for their dental sessions. If they come back only when there is a problem, it will be too late,” said Dr Mensi.

She added that the results from her study so far indicate that her MAINST protocol could be a gold standard of treatment for peri-implantitis. She said: “The only surgery that really works for peri-implantitis is regenerative, reconstructive surgery, but our protocol can be a better, non-surgical alternative. We are going to conduct a randomised control study to validate this hypothesis.”

Dr. Mensi will speak in depth about the non-surgical approaches to peri-implantits at IDEM 2018 in April in Singapore. For more information on IDEM Singapore, visit http://www.idem-singapore.com/.

 

Monday, 22 January 2018 14:05

Asuransi Profesi Dokter dan Dokter Gigi

Written by

Setiap tindakan medis selalu terdapat resiko, dimana besar kecilnya resiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari diri sisi dokter/dokter gigi atau dari sisi pasien. Bahkan tidak jarang hal tersebut terjadi hanya karena kurangnya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien (miskomunikasi).

Dalam hal ini, Asuransi Profesi Dokter (oleh Allianz), hadir untuk membantu menengahi masalah, sehingga para dokter/dokter gigi tidak perlu khawatir dalam melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Adapun yang ditanggung oleh asuransi profesi dokter ini adalah jaminan kepada para dokter/dokter gigi untuk memperoleh ganti rugi finansial apabila dokter/dokter gigi secara hukum terbukti bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pasien. Dalam hal ini, yang akan ditanggung tidak hanya dokter/dokter gigi saja, tetapi meliputi bawahannya, seperti perawat atau pegawai yang membantu para dokter/dokter gigi. 

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai asuransi profesi dokter, dapat menghubungi drg. Shiril Paskalis (0857.1655.0022) 

     

IDEM Singapore24 October 2017 – SINGAPORE – The 10th edition of the International Dental Exhibition and Meeting (IDEM) will take place from 13-15 April 2018 at Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre. Co-organised by Koelnmesse and the Singapore Dental Association, Asia Pacific’s cornerstone event in dentistry celebrates close to 20 years of clinical excellence with a line-up of exciting events, in addition to its exhibition and main scientific conference.

“IDEM continues to be the foundation exhibition and scientific conference for dentistry in the Asia Pacific. This year, we are proud to bring delegates an even stronger programme that is dedicated to help them achieve clinical excellence in dentistry. Our collaboration with the Singapore Dental Association has also grown from strength to strength, and we look forward to many more fruitful years of collaboration,” said Mathias Kuepper, Managing Director at Koelnmesse Pte Ltd.

Monday, 02 October 2017 12:49

28 Tahun PSMKGI Untuk Negeri

Written by

PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia) adalah organisasi nasional yang beranggotakan mahasiswa – mahasiswi kedokteran gigi dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Di bulan Oktober 2017 ini, tak terasa PSMKGI telah menginjak usia 28 tahun. Tema yang diangkat untuk Dies Natalis tahun ini adalah “28 Tahun PSMKGI Untuk Negeri”. Untuk acara Dies Natalis tahun ini, rencananya setiap institusi anggota PSMKGI akan merayakan dengan membuat bakti sosial, penyuluhan, kampanye sosial, acara rekreasi, atau perayaan seremonial di kotanya masing – masing. Wah, sepertinya bakal seru nih!

Friday, 15 September 2017 21:43

Pameran IDEC 2017 Dibuka Hari Ini

Written by

JAKARTA, 15 September 2017 – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI), Koelnmesse Pte Ltd, dan Traya Eksibisi Internasional secara resmi membuka Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 (IDEC) pada hari ini. Pameran dan konferensi IDEC 2017 berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan berlangsung pada tanggal 15-17 September 2017.

Menempati area pameran seluas 5.000 meter persegi di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), IDEC 2017 menampilkan berbagai produk, solusi, dan teknologi terbaru dari 229 merek dan bisnis. Sebesar 60% ruang pameran digunakan oleh perusahaan internasional, yang menjadikan IDEC memiliki keunikan tersendiri dalam kalender acara kedokteran gigi Indonesia. Sejalan dengan pameran tersebut, IDEC 2017 juga akan menggelar konferensi ilmiah yang disertai lokakarya langsung bertema "Modern Science and Technology for the Future of Dentistry," yang menampilkan para ahli gigi Indonesia dan internasional sebagai pembicara.

"Pemerintah mengapresiasi PB-PDGI yang baru tiga bulan mampu menyelanggarakan IDEC pertama. Kami terus akan mendorong penguataan pelayanan kesehatan, termasuk juga penguatan SDM tenaga kesehatan, dimana kurikulum kedokteran gigi harus terus diperhatikan dan jangan sampai kompetensi dokter gigi Indonesia di masa depan dipertanyakan," kata Usman Sumantri Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebelum meresmikan IDEC 2017.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan akan mendukung tiga pilar utama pembangunan nasional yakni Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Kerja. Beberapa permasalahan khususnya pilar Indonesia Sehat yang masih perlu dibenahi antara lain integrated professional collaboration atau kolaborasi antara dokter dan perawat gigi dan peningkatan kompetensi dokter gigi. Perbandingan jumlah ketersediaan dokter gigi di Indonesia selama ini sekitar 28.880, sementara jumlah perawat gigi sekitar 15.000.

PPSDM Kementerian Kesehatan juga berharap agar PDGI mendorong anggotanya khususnya para dokter gigi muda untuk melayani masyarakat di daerah terpencil di Indonesia, bukan menumpuk di area kota-kota besar. Usman berharap bisa mengurangi rasio kebutuhan dokter gigi terhadap populasi penduduk yang kini perbandingannya 0,097: 1.000.

"IDEC akan menjadi platform unik bagi PDGI dan para anggotanya untuk meningkatkan wawasan keilmuannya bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik ke maysrakat, sementara bagi pelaku industri kedokteran gigi yaitu para distributor di Indonesia yang kebanyakan masih mengimpor dari luar negeri bisa memperoleh bahan yang langsung dari produsennya sehingga harga jual di sini lebih murah," tutur Dr. Sri Hananto Seno, drg, MM, Sp.BM, Presiden PDGI.

Dalam sambutannya Dr. Seno mengatakan bahwa IDEC akan menyajikan seminar-seminar ilmiah dengan topik menarik, antara lain mengenai penyakit gigi dan mulut yang dan mulut yang tadinya dianggap bukan penyebab kematian, kini mulai diperhatikan oleh masyarakat karena dapat menyebabkan kelainan yang lebih parah. Oleh karena itu, Dr. Seno

Mengenai pelaksanaannya, Dr. Seno yang pernah mengunjungi IDF (International Dental Forum) di Madrid, Spanyol, menyatakan bahwa IDEC 2017 ini tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan pameran-pameran kedokteran gigi skala dunia jika melihat topik-topik ilmiah seminar dan para peserta.

"IDEC 2017 merupakan event yang pertama kali diadakan oleh PB-PDGI yang hadir memberikan keilmuan update tentang industri dan teknologi kedokteran gigi yang tentunya menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia untuk memajukan dunia ilmu kedokteran gigi dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. IDEC diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan para professional kedokteran gigi, distributor dan pelaku industri. Dalam event ini juga akan digelar Dental Conference yang akan menghadirkan para ahli tenaga medis, dental supplier. IDEC akan memperkuat posisinya sebagai salah satu platform untuk perusahaan yang ingin meluncurkan peralatan gigi baru, membuka kesempatan bisnis baru serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk yang berkualitas dan membuka peluang investasi di Indonesia," jelas drg. Diono Susilo, Ketua IDEC 2017.

 

Mathias Kuepper, Managing Director Koelnmesse Pte Ltd, menambahkan, "Edisi perdana IDEC 2017 telah mendapat dukungan signifikan dari dunia internasional, yaitu 60% ruang pameran diisi oleh perusahaan-perusahaan internasional. Sebanyak 5 paviliun internasional dari Jerman, Swiss, Korea Selatan, Italia, dan China berada di IDEC mewakili industri kedokteran gigi negara mereka. Pengunjung pameran dapat menantikan berbagai produk dari seluruh dunia dan dapat berbicara dengan banyak produsen secara langsung."

 

Seminar ilmiah di IDEC 2017 menampilkan para pembicara ahli, yang akan menyajikan topik menarik tentang teknologi dan praktik seperti, Reciprocating Movement in Endodontics, Improving Your Daily Practice with Dental Photography and Oral Hygiene and Systemic Health. Selain itu, peserta ilmiah dapat mengikuti 12 Workshop Hands-On yang mencakup berbagai topik dalam kelas lokakarya khusus.

 

"Kami berharap IDEC pertama ini akan benar-benar diterima oleh komunitas kedokteran gigi Indonesia dan sejalan dengan tujuan awal kami, dalam hal memberikan update menyeluruh tentang industri kediokteran gigi ke para tenaga ahli gigi profesional Indonesia serta sebagai platform jaringan untuk melanjutkan pengembangan industri kedokteran gigi di Indonesia," ujar Bambang Setiawan, Presiden Direktur PT Traya International Exhibition (Traya Events).

 

IDEC 2017 berlangsung hari Jumat-Minggu, 15-17 September 2017, di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC). Pameran dibuka setiap hari pukul 09.00 - 19.00 WIB (15-16 September), sedangkan pada tanggal 17 September buka pukul 09.00 - 18.00 WIB. Biaya pendaftaran IDEC di lokasi adalah sebesar Rp50.000 / USD 5. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.indonesiadentalexpo.com.

IDEC 2017
Indonesia Dental Exhibition & Conference

JAKARTA, 26 JULI  2017 - Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) bekerjasama dengan _Koelnmesse_ dan Traya Events akan menyelenggarakan Seminar Ilmiah dan Pameran _Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) _2017 di Assembly Hall _Jakarta Convention Center (JCC)_ Senayan, pada tanggal 15-17 September 2017. Penyelenggaraan perdana IDEC diarahkan untuk menjadi acara kedokteran gigi yang harus dihadiri oleh praktisi industri kedokteran gigi Indonesia, dengan mengadakan seminar dan _hands on_ serta diikuti oleh peserta pameran nasional dan internasional.

Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Pertumbuhan tahunan industri kedokteran gigi diperkirakan sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Potensi tersebut perlu disikapi dengan _update_ mengenai industri kedokteran gigi di Indonesia dalam sebuah pameran dan seminar untuk memajukan indutsri kedokteran gigi di tanah air.

Monday, 24 July 2017 06:07

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017

Written by

JAMBAKSOS FKG UI 2017 “Satu Gerakan Seribu Senyuman”

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017
Bergerak Bersama dengan Mewujudkan Senyum Cemerlang Masyarakat Indonesia

Jambore Bakti Sosial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI 2017 yang merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI tahun ini akan digelar di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan sarana untuk mendukung gerakan Indonesia bebas karies gigi pada tahun 2030 yang dijadikan sebagai wujud terlaksananya pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

Prevalensi karies aktif yang belum ditangani di Indonesia adalah sekitar 53,2% dan kurang lebih sebanyak 90 ribu jiwa menderita karies aktif menurut Data Kemenkes tahun 2013. Jawa Barat menduduki peringkat ke-6 prevalensi karies yaitu sebesar 79,7%, sedangkan indeks DMF-T atau indeks tingkat kejadian karies di Subang adalah 3,58 yang masuk kategori sedang menurut WHO. Selain itu mengenai kekooperatifan warga Subang mengenai kesehatan gigi dan mulut, terdapat 94,8% masyarakat yang belum menyikat gigi dengan benar dan hanya 0,58% pasien yang berobat ke puskemas di Kecamatan Tanjungsiang dan menjadi peringkat ke-4 terendah dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Desa Sirap hanya memiliki satu orang dokter gigi dengan 6 posyandu dan satu pos KB saja, memiliki 1140 kepala desa dengan penduduk 3016 jiwa serta mata pencahariaan dominan adalah petani dan buruh. Selain itu berdasarkan data penduduk, Desa Sirap tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut karena belum pernah mendapat edukasi mengenai hal tersebut.

Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), dan mahasiswa praklinik (masa belajar semester 1-7).
JAMBAKSOS FKG UI 2017 ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

  • Pengobatan gigi dan mulut pada 100 anak dan 100 orang dewasa
  • Penyuluhan gigi dan mulut pada 250 orang anak sekolah dasar
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada 85 orang ibu-ibu PKK
  • Sirkumsisi pada 10 anak
  • Bazaar dengan target 200 orang
  • Malam keakraban bagi seluruh peserta, panitia, undangan, dan warga setempat

Tujuan acara ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai sarana interaksi antara civitas akademika FKG UI dengan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, bertujuan juga untuk memupuk jiwa sosial dan kepedulian civitas akademika serta sebagai sarana aplikasi pengetahuan dan keterampilan ilmu kedokteran gigi yang didapatkan selama perkuliahan.
Mari kita berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia Bebas Karies 2030 bersama JAMBAKSOS FKG UI 2017!

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat
Contact Person: Aqila (087781680484) - Bernike (081316192787)
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Indonesian Dental Exhibition & Conference
Indonesian Dental Exhibition & Conference

JAKARTA, 15 Maret 2017 – Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Indonesia sendiri memiliki 31.664 dokter gigi, namun disamping ketersediaan tenaga mutu pelayanan kedokteran gigi Indonesia juga ditentukan oleh kualitas fasilitas kesehatan. Pertumbuhan tahunan industry Kedokteran Gigi diperkirakan yaitu sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Hal ini membuat Indonesia muncul sebagai “pasar” untuk peluang perkembangan industri kedokteran gigi.

Saturday, 10 September 2016 16:17

11th APSP Bali

Written by

 

GigiGeligi.com dipercaya menjadi partner pada perhelatan seminar international yang kali ini menjadi tugas bagi Ikatan Periodontis Indonesia sebagai tuan rumah. Acara APSP (Asian Pacific Society of Periodontology) kali ini diadakan di bali pada tanggal 8-9 Oktober 2015, dan merupakan kegiatan APSP yang ke sebelas. Pada Kesempatan ini, GigiGeligi.Com (GGC) dipercaya untuk menangani system informasi berupa website dan pendaftaran Online. Tidak hanya sampai disitu, GGC juga merancang dan melayani system pembayaran online menggunakan kartu kredit bagi perserta dari luar Indonesia. Event kali ini berhasil mendatangkan sekitar 450 peserta dengan lebih dari 100 diantaranya peserta dari negara tetangga seperti korea, jepang dan lainnya.

Tim GigiGeligi.Com (GGC)  memfasilitasi kecepatan akses informasi untuk menjawab kebutuhan informasi dari para calon peserta melalui website 11thapsp20015-bali.iperi.org. website ini tidak hanya menyediakan informasi online, melainkan juga system komunikasi otomatis untuk memberikan kenyamanan bagi para calon peserta.

Last modified on Saturday, 10 September 2016 16:40
Page 1 of 250