News

Sebagai warga negara yang baik maka kita akan taat membayar pajak. Wajib Pajak, sering disingkat dengan sebutan WP, adalah orang pribadi atau badan (subjek pajak) yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak bisa berupa wajib pajak orang pribadi atau wajib pajak badan.

Wajib pajak pribadi adalah setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas pendapatan tidak kena pajak. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP), kecuali ditentukan dalam undang-undang dan tidak terkecuali dokter/dokter gigi. Pelaporan pajak diajukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT ini ada 2 macam, yaitu SPT masa (bulanan) atau SPT tahunan. SPT masa dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 10 dan dilaporkan setiap selambat-lambatnya tanggal 20 per bulannya. Sedangkan SPT Tahunan biasanya dilaporkan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret untuk WP orang pribadi atau 30 April untuk WP badan.

Praktik Dokter gigi merupakan pekerjaan bebas. Khusus dokter/dokter gigi yang memiliki praktek pribadi dan dokter/dokter gigi pegawai, formulir yang digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan adalah dengan menggunakan formulir 1770 (SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi).  Dalam pelaporan pajak, yang digunakan adalah penghasilan netto. Untuk menghitung penghasilan netto ada 2 cara, yaitu menggunakan pembukan atau menggunakan norma penghitungan penghasilan neeto (NPPN). Apakah yang dimaksud dengan NPPN? NPPN adalah suatu perhitungan pajak yang menggunakan persentase dalam menentukan penghasilan netto. Siapa yang diperbolehkan untuk menggunakan NPPN? Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dengan ketentuan peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah). Syaratnya adalah memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan atau dilakukan bersamaan dengan pelaporan SPT Tahunan dengan mengisi form lampiran pemberitahuan penggunaan norma. -Pasal 14 UU PPh-

NB : Form 1770 tahun 2016 beserta lampirannya dapat diunduh di bawah artikel ini atau download disini

Besarnya norma ditentukan berdasarkan suatu persentase tertentu dan dikelompokkan menurut wilayah tertentu yaitu :

  • 10 ibukota propinsi (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak) : 50%
  • Ibukota propinsi lainnya : 50%
  • daerah lainnya : 50%

Namun, bila penghitungan penghasilan netto dokter/dokter gigi, dalam hal dilakukan pemriksaan dan tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan pembukuan atau tidak bersedia memperlihatkan pembukuan atau pencatatan atau bukti pendukungnya, dapat ditetapkan secara jabatan dengan ketentuan norma sebagai berikut :

  • Praktik dokter umum : 62.5%
  • Praktik dokter spesialis : 62.5%
  • Praktik dokter gigi : 62.5%

 

Monday, 24 July 2017 06:07

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017

Written by

JAMBAKSOS FKG UI 2017 “Satu Gerakan Seribu Senyuman”

Jambore Bakti Sosial FKG UI 2017
Bergerak Bersama dengan Mewujudkan Senyum Cemerlang Masyarakat Indonesia

Jambore Bakti Sosial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI 2017 yang merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG UI tahun ini akan digelar di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan sarana untuk mendukung gerakan Indonesia bebas karies gigi pada tahun 2030 yang dijadikan sebagai wujud terlaksananya pembangunan kesehatan di Indonesia.

 

Prevalensi karies aktif yang belum ditangani di Indonesia adalah sekitar 53,2% dan kurang lebih sebanyak 90 ribu jiwa menderita karies aktif menurut Data Kemenkes tahun 2013. Jawa Barat menduduki peringkat ke-6 prevalensi karies yaitu sebesar 79,7%, sedangkan indeks DMF-T atau indeks tingkat kejadian karies di Subang adalah 3,58 yang masuk kategori sedang menurut WHO. Selain itu mengenai kekooperatifan warga Subang mengenai kesehatan gigi dan mulut, terdapat 94,8% masyarakat yang belum menyikat gigi dengan benar dan hanya 0,58% pasien yang berobat ke puskemas di Kecamatan Tanjungsiang dan menjadi peringkat ke-4 terendah dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Desa Sirap hanya memiliki satu orang dokter gigi dengan 6 posyandu dan satu pos KB saja, memiliki 1140 kepala desa dengan penduduk 3016 jiwa serta mata pencahariaan dominan adalah petani dan buruh. Selain itu berdasarkan data penduduk, Desa Sirap tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut karena belum pernah mendapat edukasi mengenai hal tersebut.

Kegiatan ini akan diikuti oleh staf pengajar, mahasiswa klinik (masa belajar semester 8-10), dan mahasiswa praklinik (masa belajar semester 1-7).
JAMBAKSOS FKG UI 2017 ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

  • Pengobatan gigi dan mulut pada 100 anak dan 100 orang dewasa
  • Penyuluhan gigi dan mulut pada 250 orang anak sekolah dasar
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada 85 orang ibu-ibu PKK
  • Sirkumsisi pada 10 anak
  • Bazaar dengan target 200 orang
  • Malam keakraban bagi seluruh peserta, panitia, undangan, dan warga setempat

Tujuan acara ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai sarana interaksi antara civitas akademika FKG UI dengan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, bertujuan juga untuk memupuk jiwa sosial dan kepedulian civitas akademika serta sebagai sarana aplikasi pengetahuan dan keterampilan ilmu kedokteran gigi yang didapatkan selama perkuliahan.
Mari kita berpartisipasi dalam menciptakan Indonesia Bebas Karies 2030 bersama JAMBAKSOS FKG UI 2017!

 

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Jalan Salemba Raya No.4, Jakarta Pusat
Contact Person: Aqila (087781680484) - Bernike (081316192787)
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Friday, 15 September 2017 21:43

Pameran IDEC 2017 Dibuka Hari Ini

Written by

JAKARTA, 15 September 2017 – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI), Koelnmesse Pte Ltd, dan Traya Eksibisi Internasional secara resmi membuka Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 (IDEC) pada hari ini. Pameran dan konferensi IDEC 2017 berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan berlangsung pada tanggal 15-17 September 2017.

Menempati area pameran seluas 5.000 meter persegi di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), IDEC 2017 menampilkan berbagai produk, solusi, dan teknologi terbaru dari 229 merek dan bisnis. Sebesar 60% ruang pameran digunakan oleh perusahaan internasional, yang menjadikan IDEC memiliki keunikan tersendiri dalam kalender acara kedokteran gigi Indonesia. Sejalan dengan pameran tersebut, IDEC 2017 juga akan menggelar konferensi ilmiah yang disertai lokakarya langsung bertema "Modern Science and Technology for the Future of Dentistry," yang menampilkan para ahli gigi Indonesia dan internasional sebagai pembicara.

"Pemerintah mengapresiasi PB-PDGI yang baru tiga bulan mampu menyelanggarakan IDEC pertama. Kami terus akan mendorong penguataan pelayanan kesehatan, termasuk juga penguatan SDM tenaga kesehatan, dimana kurikulum kedokteran gigi harus terus diperhatikan dan jangan sampai kompetensi dokter gigi Indonesia di masa depan dipertanyakan," kata Usman Sumantri Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebelum meresmikan IDEC 2017.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan akan mendukung tiga pilar utama pembangunan nasional yakni Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Kerja. Beberapa permasalahan khususnya pilar Indonesia Sehat yang masih perlu dibenahi antara lain integrated professional collaboration atau kolaborasi antara dokter dan perawat gigi dan peningkatan kompetensi dokter gigi. Perbandingan jumlah ketersediaan dokter gigi di Indonesia selama ini sekitar 28.880, sementara jumlah perawat gigi sekitar 15.000.

PPSDM Kementerian Kesehatan juga berharap agar PDGI mendorong anggotanya khususnya para dokter gigi muda untuk melayani masyarakat di daerah terpencil di Indonesia, bukan menumpuk di area kota-kota besar. Usman berharap bisa mengurangi rasio kebutuhan dokter gigi terhadap populasi penduduk yang kini perbandingannya 0,097: 1.000.

"IDEC akan menjadi platform unik bagi PDGI dan para anggotanya untuk meningkatkan wawasan keilmuannya bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik ke maysrakat, sementara bagi pelaku industri kedokteran gigi yaitu para distributor di Indonesia yang kebanyakan masih mengimpor dari luar negeri bisa memperoleh bahan yang langsung dari produsennya sehingga harga jual di sini lebih murah," tutur Dr. Sri Hananto Seno, drg, MM, Sp.BM, Presiden PDGI.

Dalam sambutannya Dr. Seno mengatakan bahwa IDEC akan menyajikan seminar-seminar ilmiah dengan topik menarik, antara lain mengenai penyakit gigi dan mulut yang dan mulut yang tadinya dianggap bukan penyebab kematian, kini mulai diperhatikan oleh masyarakat karena dapat menyebabkan kelainan yang lebih parah. Oleh karena itu, Dr. Seno

Mengenai pelaksanaannya, Dr. Seno yang pernah mengunjungi IDF (International Dental Forum) di Madrid, Spanyol, menyatakan bahwa IDEC 2017 ini tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan pameran-pameran kedokteran gigi skala dunia jika melihat topik-topik ilmiah seminar dan para peserta.

"IDEC 2017 merupakan event yang pertama kali diadakan oleh PB-PDGI yang hadir memberikan keilmuan update tentang industri dan teknologi kedokteran gigi yang tentunya menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia untuk memajukan dunia ilmu kedokteran gigi dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. IDEC diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan para professional kedokteran gigi, distributor dan pelaku industri. Dalam event ini juga akan digelar Dental Conference yang akan menghadirkan para ahli tenaga medis, dental supplier. IDEC akan memperkuat posisinya sebagai salah satu platform untuk perusahaan yang ingin meluncurkan peralatan gigi baru, membuka kesempatan bisnis baru serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk yang berkualitas dan membuka peluang investasi di Indonesia," jelas drg. Diono Susilo, Ketua IDEC 2017.

 

Mathias Kuepper, Managing Director Koelnmesse Pte Ltd, menambahkan, "Edisi perdana IDEC 2017 telah mendapat dukungan signifikan dari dunia internasional, yaitu 60% ruang pameran diisi oleh perusahaan-perusahaan internasional. Sebanyak 5 paviliun internasional dari Jerman, Swiss, Korea Selatan, Italia, dan China berada di IDEC mewakili industri kedokteran gigi negara mereka. Pengunjung pameran dapat menantikan berbagai produk dari seluruh dunia dan dapat berbicara dengan banyak produsen secara langsung."

 

Seminar ilmiah di IDEC 2017 menampilkan para pembicara ahli, yang akan menyajikan topik menarik tentang teknologi dan praktik seperti, Reciprocating Movement in Endodontics, Improving Your Daily Practice with Dental Photography and Oral Hygiene and Systemic Health. Selain itu, peserta ilmiah dapat mengikuti 12 Workshop Hands-On yang mencakup berbagai topik dalam kelas lokakarya khusus.

 

"Kami berharap IDEC pertama ini akan benar-benar diterima oleh komunitas kedokteran gigi Indonesia dan sejalan dengan tujuan awal kami, dalam hal memberikan update menyeluruh tentang industri kediokteran gigi ke para tenaga ahli gigi profesional Indonesia serta sebagai platform jaringan untuk melanjutkan pengembangan industri kedokteran gigi di Indonesia," ujar Bambang Setiawan, Presiden Direktur PT Traya International Exhibition (Traya Events).

 

IDEC 2017 berlangsung hari Jumat-Minggu, 15-17 September 2017, di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC). Pameran dibuka setiap hari pukul 09.00 - 19.00 WIB (15-16 September), sedangkan pada tanggal 17 September buka pukul 09.00 - 18.00 WIB. Biaya pendaftaran IDEC di lokasi adalah sebesar Rp50.000 / USD 5. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.indonesiadentalexpo.com.

Page 1 of 3